Pemdes Belun Kembangkan Sentra Kelengkeng untuk Destinasi Wisata

Pemdes Belun Kembangkan Sentra KelengkeDesa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ternyata memiliki sentra buah kelengkeng. Desa yang terletak di pinggiran hutan wilayah selatan Kota Bojonegoro, mempunyai destinasi buah layak dikunjungi wisatawan. 

Kini kebun kelengkeng terus dibenahi. Rencananya kebun buah itu akan dijadikan ikon wisata desa. Kali ini, buah berusia tiga tahun itu baru mengalami panen satu kali. Karena usianya terbilang cukup muda dan hanya memiliki satu jenis buah saja yakni kelengkeng kristal. 

Desa Belun berjarak sekitar 24 kilometer dari kota, atau bisa ditempuh sekitar 37 menit menggunakan kendaraan. Lokasi kebun persis di depan balai Desa Belun, juga tidak terlalu jauh dari jalan raya Dander-Temayang. Hanya berjarak 3 kilometer (Km), dari jalan raya. 

Jalan menuju Desa Belun sudah bagus. Dari kota hingga pasar Sumberarum, akan melewati jalan beraspal dilanjut beton dengan pemandangan hamparan sawah dan hutan. Sampai di simpang empat persisnya Desa Jono, belok ke kiri memasuki jalan Desa Belun. Sepanjang 3 kilometer (Km) hingga sampai di kebun Kelengkeng. 

Untuk memasuki area perkebunan cukup mudah, bisa menggunakan motor atau berjalan kaki. Karena, jaraknya cukup dekat sekitar 500 meter dari balai desa. Kkebun kelengkeng pun bisa terlihat dari jalan poros desa. 

Kebun kelengkeng itu dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Belun, dengan menempati lahan desa. 

Ali Sohib salah satu pengelola kebun kelengkeng menuturkan awalnya pemdes mempunyai inisiatif untuk memunculkan ikon desa. Pada tahun 2017, menyisakan anggaran dana desa (DD) untuk membeli 480 bibit kelengkeng. Dan Pemdes Belun, sudah menyiapakan lahan seluas 1 hektar lebih. 

"Bibitnya mengambil dari Nganjuk, satu bibit saja seharga Rp 100 ribu," katanya, Kamis (1/10/2020) kemarin. 

Karena ketelatenan dalam perawatan pohon kelengkeng itu bertahan hidup. Dan ketinggian pohon, sampai saat ini mencapai satu hingga tiga meter. Ketika musim panen, tinggal memetik saja. Tidak perlu susah-susah buat mengambil. 

Namun, kebun kelengkeng itu baru panen sekali dan belum memasuki masa panen massal. Karena lokasinya berdekatan dengan rumah warga. Maka, sementara hasil panen dibagikan ke warga sekitar.  

"Belum pernah dikomersilkan, karena baru tahap memperbaiki kualitas dan promosi," kata pria 41 tahun itu. 

Sementara itu, Kepala Desa Belun Bambang menjelaskan sesuai rencana kebun kelengkeng akan dijadikan destinasi wisata. Dan selanjutnya, akan diolah dalam berbagai macam bentuk makanan. 

"Baru tahap perencanaan, karena usia pohonnya cukup muda," ungkap pria 40 tahun tu. 

Kebun kelengkeng di Bojonegoro kemungkinan ada dua saja. Yakni tepatnya di Kecamatan Ngasem. Namun, hanya berskala kecil tidak seluas di Desa Belun ini. Dia memastikan, akan menambah 100 bibit lagi untuk memperbanyak jumlah pohon kelengkeng dan memperkenalkan Desa Belunng untuk Destinasi Wisata. 

“Ingat masih covid lho, jangan keluyuran dulu. udah pengen banget makan kelengkeng? kan bisa beli di Toko mekar buah. Apa? Lagi Mager? tenang aja gais Mekar buah Melayani pesan antar, nggak perlu riber langsung aja Telp/SMS/WA. 085-774-340-160 .”

 

baca juga artikel lain tentang:

kebun kelengkeng belun, wisata kelengkeng belun, wisata kelengkeng belun bojonegoro, kebun buah, kebun buah di bojonegoro, agrowisata bojonegoro, tiket masuk kebun belimbing tulungagung, sejarah kebun belimbing bojonegoro, wisata kebun belimbing tulungagung, tiket masuk kebun belimbing bojonegoro, kebun belimbing tuban, lokasi kebun belimbing bojonegoro, kebun belimbing blitar, kebun belimbing grobogan,

Komentar

Postingan Populer